hidup seringan bulu
hi10 Cara Nikmati Hidup Seringan Bulu Kalau Anda sedang mengalami sindrom terhimpit beban hidup. Tanpa disadari, pikiran Anda selalu dikejar-kejar oleh berbagai hal. Deadline di kantor, pekerjaan di rumah yang seakan tak ada henti, urusan keuangan, keluarga, atau teman yang harus diselesaikan. Segera hentikan membebani diri sendiri. Buat hidup Anda seringan bulu yang terbang melayang di angkasa. Cosmo punya sepuluh cara untuk menghadapi berbagai situasi pelik ini, dan solusi untuk bikin hidup makin ringan! 1. Buat Ritual Pagi yang Menyenangkan Hidup penuh beban: Pagi itu, Anda terbangun tepat jam 7.30. Anda baru ingat, pagi ini Anda punya janji dengan klien tepat jam 9.00 pagi. Sementara itu, jarak rumah dengan kantor, jika tak macet, harus ditempuh dalam waktu sejam. Sekali lagi, itu jika tak macet. Jika tidak, tiba di kantor dalam satu setengah jam pun Anda sudah cukup beruntung. Alhasil, begitu mata melek, Anda langsung tergopoh-gopoh menuju ke kamar mandi. Boro-boro minum kopi dan sarapan, Anda bahkan tak punya waktu buat memilih baju. Anda pun hanya pasrah menyambar setelan yang ada di tumpukan baju paling atas di lemari. Saking terburu-burunya, Anda pun hanya sempat memoles moisturizer dan bedak tipis. Melukis alis dan pasang maskara? Aduh, mana sempat! Dengan dandanan setengah jadi itu, Anda pun langsung kabur berangkat ke kantor (dan masih untung sepatu yang Anda kenakan di kaki kiri dan kanan berwarna sama!). Solusi hidup seringan bulu: Sebelum tidur, pikirkan apa saja yang harus Anda kerjakan keesokan harinya. Jika memang Anda memberikan janji bertemu dengan klien di pagi hari, jangan sok malu karena harus pasang weker. Sebaiknya, setel alarm 20 menit lebih cepat dari waktu seharusnya Anda terbangun. Dan yang paling penting: bangunlah tepat saat alarm berbunyi. Saat membuka mata, luangkan waktu buat diri sendiri. Melakukan ibadah atau berolahraga kecil di dekat tempat tidur, misalnya. Setel lagi pikiran Anda untuk berbagai program yang harus dikerjakan hari ini. Setelah itu dilanjutkan dengan ritual mandi dengan santai dan perasaan tenang (hingga Anda bisa melakukannya sambil bernyanyi-nyanyi, pastinya!). Syukur-syukur Anda sudah menyiapkan baju yang dikenakan semalam sebelumnya, jadi waktu pun tak akan terbuang percuma di depan lemari. Selanjutnya, tinggal nikmati menu sarapan pagi, dan Anda pun siap menghadapi hari baru dengan senyum lebar! 2. Tak Lagi Buang Waktu di Jalan Hidup penuh beban: Jika Anda hidup di kota besar, seperti Jakarta, misalnya, rasanya memang susah sekali untuk tak terjebak dengan kemacetan, kecuali jika Anda memang tinggal satu RT dengan kantor Anda! Dan yang mungkin sering terjadi, Anda menggerutu setiap kali macet menghadang. Anda panik, mengklakson mobil, berusaha mencari jalan pintas yang justru berujung dengan kemacetan yang makin tak terperi! Setelah itu, Anda pun sibuk menghitung berapa banyak waktu yang terbuang dalam hidup ini akibat kemacetan kota. Jika katakanlah setiap hari Anda terpaksa harus menghabiskan sejam di tengah macet, jadi berapa banyak total waktu yang terbuang dalam waktu seminggu, sebulan, setahun? Solusi hidup seringan bulu: Berhentilah menganggap diri Anda sebagai korban. Mulai sekarang, tanamkan dalam diri kalau punya hidup yang ringan bagai bulu itu tergantung hanyalah dari cara Anda memandang hidup. Toh, semua orang tak ada yang tak terjebak macet, bukan? Jadi, lain kali Anda terpaksa harus terjebak macet, lakukan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian. Bahkan, Anda pun bisa belajar banyak hal di tengah kemacetan! Misalnya saja jika Anda mengendarai mobil pribadi, pasang radio di saluran berita yang penuh dengan informasi terkini. Atau, ingin belajar bahasa asing sendiri di dalam mobil? Beli kit pembelajaran bahasa asing yang dilengkapi dengan kaset audio. Putar kaset pembelajaran bahasa itu berulang-ulang. Dengan begitu, setiap hari Anda bisa menambah perbendaÂharaan kata bahasa asing yang sedang dipelajari. Jika Anda naik taksi, bawa laptop dan manfaatkan waktu dengan mengerjakan tugas kantor. Nah, jika Anda naik transportasi umum, bawa novel atau buku yang bisa menemani perjalanan yang kurang menyenangkan itu. Lihat saja, di akhir bulan, hitung berapa banyak buku yang sanggup Anda baca! 3. Kebenaran Akan Memberi Jalan Hidup penuh beban: Hari Rabu tiba, dan saatnya progress meeting rutin mingguan. Di ujung meja sana, satu persatu bos mulai menanyai perkembangan yang dilakukan oleh anak buahnya. Dan, sialnya, minggu ini sebetulnya Anda tak banyak melakukan kemajuan. Begitu tiba giliran Anda, dengan nada terbata-bata Anda menjawab, “Semuanya sedang dalam proses, Pak.â€? Anda berharap jawaban yang diplomatis ini sudah cukup bisa memuaskan sang atasan dan beliau segera beralih ke rekan kerja yang lain. Eit, ternyata tidak! Bos pun mengembalikan bola, “Jadi sebetulnya apa saja yang sudah Anda kerjakan? Ingat, deadline tinggal tiga hari lagi. Saya minta laporan lengkap ada di meja saya segera.â€? Gluk, Anda hanya bisa menelan ludah yang mendadak terasa sangat pahit. Solusi hidup seringan bulu: Anda pikir atasan akan langsung puas saja dengan jawaban yang ala kadarnya itu? JIka hal ini terjadi, kenapa tak mencoba untuk berterus terang dengan apa yang terjadi? Misalnya saja, katakan kalau beberapa minggu belakangan ini energi Anda sangat terserap mengerjakan proyek lain yang kebetulan sekarang sudah berhasil diselesaikan. Lalu, beberkan apa saja yang sudah diselesaikan dan segera dikerjakan dalam waktu dekat. Ceritakan beberapa kendala yang terjadi, tapi tak perlu harus menyalahkan kondisi. Terakhir, ungkapkan kapan Anda sanggup menyelesaikan pekerjaan yang jadi tanggung jawab Anda tersebut. Uraian secara mendetail ini menunjukkan kalau Anda mengerjakan semua pekerjaan secara profesional, dijamin atasan tak akan meragukan kemampuan Anda lagi. 4. “Miss Bersih-Bersihâ€? Hidup penuh beban: Semua orang tahu, Anda seorang maniak kebersihan. Lihat saja, rasanya tak ada satu debu pun yang selamat di rumah Anda. Segala sesuatu tertata dengan rapi, pada tempatnya, dan tak boleh melenceng satu milimeter pun. Kamar mandi bersih cemerlang dan berbau wangi, karena Anda meminta pembantu untuk menggosoknya sehari tiga kali. Begitu juga dengan kamar tidur Anda, bahkan kamar suite di hotel berbintang lima pun kalah rapi! Hidup dengan teratur memang menyenangkan. Tapi kalau sampai Anda panik dan tergopoh-gopoh mengambil sapu saat melihat satu remahan roti terjatuh di lantai, hmmm, mungkin rasanya agak kelewatan, ya? Solusi hidup seringan bulu: Lain kali Anda geregetan saat melakukan kegiatan bersih-bersih, coba lontarkan pertanyaan ini pada diri sendiri. Apakah Anda betul-betul cinta kebersihan ataukah hanya keinginan impulsif yang meledak-ledak? Mulai sekarang, berikan prioritas dalam hidup, misalnya buat jadwal bersih-bersih rumah dalam waktu seminggu, dan patuhi program yang sudah Anda buat itu. Dengan begitu, Anda selalu melihat rumah dalam keadaan bersih, dan tak jadi stres karena merasa tak punya waktu buat beres-beres. 5. Toleransi Punya Batas Hidup penuh beban: Saat sedang mengantri di salon, tiba-tiba datang seorang wanita yang langsung menyelonong memotong antrian. Sudah begitu, petugas penerimaan tamu di salon itu langsung mempersilakan si wanita tukang potong kompas itu, karena dia rupanya tak menyadari keberadaan Anda yang datang lebih dulu. Bukannya protes, Anda pun pasrah terpaksa harus menunggu setidaknya setengah jam lagi. Dari kecil, mungkin Anda dididik untuk menghormati orang lain, makanya Anda tak berbuat apa-apa saat kejadian itu menimpa. Teman, toleransi itu punya batas. Jangan biarkan hal-hal seperti ini terjadi, sehingga akan bisa membuat tumpukan rasa sebal bercokol di dalam hati Anda. Salah-salah, Anda bisa meledak tanpa kendali jika situasi tak tertahankan lagi. Solusi hidup seringan bulu: Belajarlah memperjuangkan hak Anda. Pada awalnya, hal itu memang terasa susah. Anda mungkin merasa canggung dan lidah terasa kelu saat harus melakukan tindakan yang bagi Anda terasa konfrontatif. Tapi, tidak! Yang sedang Anda perjuangkan itu adalah hak Anda. Bukankah menurut pelajaran Sejarah, penjajahan kabarnya sudah dihapuskan di atas muka bumi ini? Lain kali ada wanita kurang tahu diri yang menyelonong di depan Anda, coba tegur dengan sopan. Mungkin saja wanita itu hanya khilaf tak melihat barisan antrian sebanyak dari lebih dari sepuluh orang di depan matanya. Ungkapkan nada yang tetap ramah dan tenang. Dengan begitu, dia tak akan tersinggung atau merasa terserang. Begitu pula dengan Anda, hidup jadi tak terpolusi lagi oleh hal-hal yang mengganggu seperti itu. 6. Bikin Jadwal Tatabuku Hidup penuh beban: Boleh jadi, sekarang ini Anda sedang jadi perempuan paling sibuk sedunia. Tujuh proyek sekaligus ada di tangan, rencana perjalanan ke luar kota dan keluar negeri yang tiada henti, dan perhatian Anda sedang tersedot oleh rencana pembangunan kolam renang di belakang rumah. Akibatnya, Anda melupakan satu hal lain yang cukup penting ini: menyelesaikan tumpukan tagihan. Hari ini, bank mengirimkan surat peringatan kalau kartu kredit Anda sudah melewati limit sehingga untuk sementara tak bisa dipakai lagi. Dua hari sebelumnya, direktorat pajak melayangkan nota pemberitahuan kalau Anda dinyatakan belum membayar pajak bumi dan bangunan dua tahun berturut-turut. Ini belum seberapa, Marlinda, tetangga sebelah rumah, mengingatkan lewat pembantu Anda, kalau Anda lupa belum membayar satu set bedcover Kenzo yang dibeli sebulan lalu. Kelewatan! Solusi hidup seringan bulu: Urusan tatabuku memang kadang jadi pelik jika Anda tak tahu aturan mainnya. Mulai sekarang, buatlah jadwal teratur untuk urusan yang satu ini. Tandai agenda Anda untuk tanggal-tanggal penting jatuh tempo pembayaran ini dan itu. Begitu juga dengan jatuh tempo deposito, jadi Anda selalu ingat jika sewaktu-waktu Anda terpaksa mencairkannya. Secara teratur juga, luangkan waktu setidaknya 20 menit setiap minggu untuk memeriksa keuangan Anda. Jika Anda beruntung punya bank yang menyediakan fasilitas online banking, manfaatkan fasilitas ini untuk memudahkan hidup Anda. Dan yang penting jangan lupa siapkan dana darurat yang tak boleh dikutak-katik, kecuali jika ada keperluan mendadak. Dengan begitu, hidup Anda pun jadi lebih nyaman! 7. Jadwal Akhir Pekan “Padat Merayapâ€? Hidup penuh beban: Karena kesibukan sehari-hari di kantor, Anda jadi tak punya banyak waktu untuk menyelesaikan keperluan pribadi, kecuali di akhir pekan. Begitu hari Sabtu tiba, PR pun sudah menggunung untuk dikerjakan. Mulai dari mencuci baju dan membersihkan rumah (maklumlah, apartemen Anda terlalu kecil dan tak kamar buat pembantu, selain itu Anda berjanji hidup mandiri tanpa bantuan asisten rumah tangga). Belum lagi belanja mingguan, pergi ke laundry untuk menaruh dan mengambil baju yang harus dicuci dry-clean, mengurus kartu keanggotaan gym, hingga ke tukang jahit untuk mengambil hasil permak jeans dan celana panjang. Bahkan di akhir pekan, agenda Anda pun penuh dengan berbagai kegiatan, mengalahkan jadwal kerja di kantor! Solusi hidup seringan bulu: OK, mungkin selama ini Anda sudah berusaha keras membuat jadwal kerja yang sangat rapi. Tapi jika di akhir pekan pun Anda tak bisa istirahat, mungkin ada yang salah pada timeline yang Anda buat itu! Coba terapkan konsep “win-win solutionâ€? dengan pasangan. Misalnya akhir pekan ini Anda bertanggung jawab mengurusi tempat tinggal, sedang suami mendapatkan giliran di minggu berikutnya. Dengan cara ini, Anda tak terlalu kewalahan tak punya waktu buat istirahat. Untuk urusan yang lain-lain, coba kompromikan dengan kesibukan di kantor. Cari tempat laundry yang berlokasi di dekat kantor, sehingga Anda bisa mengambilnya dengan mudah, misalnya. 8. Tak Perlu Semua Harus Sempurna Hidup penuh beban: Kesempurnaan itu bagaikan pisau bermata dua. Melakukan segala sesuatu dengan sempurna memang baik. Tapi, jika Anda kelewatan hingga jadi perfeksionis, sudah siapkah Anda menanggung konsekuensinya? Sesaat sebelum diminta menyiapkan laporan, Anda begitu ragu karena menganggap laporan yang Anda buat itu belum sempurna. Begitu pula, Anda selalu merasa ada yang kurang dengan dekorasi rumah, padahal semua teman yang pernah datang tak ada yang tak memberikan pujian atas indahnya dekorasi rumah Anda. Selama ini, apapun yang dikerjakan, Anda selalu merasa selalu saja ada yang kurang. Anda selalu memperhatikan berbagai hal hingga sedetail-detailnya, bahkan hingga ke ukuran mikro yang hanya bisa dideteksi oleh mikroskop. Anda tak pernah berhenti mencari-cari kesalahan yang diperbuat, hingga kelelahan sendiri. Solusi hidup seringan bulu: Teman, orang yang perfeksionis tak akan pernah merasa puas dengan segala sesuatu yang dikerjakan. Padahal, kesempurnaan itu tak eksis dalam hidup ini. Saat harus presentasi di depan klien, Anda sudah memeriksa dokumen hingga 17.590 kali, dan masih tetap merasa tak puas. Percayalah, itu hanya perasaan Anda saja. Anda tak akan dipecat dengan tidak terhormat, hanya karena membuat presentasi yang Anda rasa kurang sempurna. Paling-paling, bos atau klien akan minta dimodifikasi, dan pada meeting berikutnya, Anda bisa mempresentasikan revisi hasil kerja Anda. Jika Anda tak berhasil pada “tembakanâ€? pertama, bukan berarti Anda gagal total! Justru, buat cara pandang yang berbeda, dan katakan kepada diri sendiri kalau ketidaksempurnaan ini akan memacu Anda untuk terus maju. 9. Bebaskan Diri dari Masalah Orang Lain Hidup penuh beban: Sahabat Anda menelepon karena baru bertengkar dengan tunangannya. Dia pun menangis tersedu-sedu karena merasa hidupnya sudah berakhir. Sahabat yang begitu terguncang pun membuat emosi Anda juga bergejolak. Entah apa yang terjadi, Anda memikirkan masalah dengan begitu mendalam, hingga tak bisa makan enak dan tidur nyenyak. Anda pun menyalahkan diri sendiri kenapa tak bisa menyenangkan hati sahabat. Solusi hidup seringan bulu: Sejak kecil, mungkin Anda dibesarkan dalam lingkungan di mana Anda selalu diminta untuk membuat hati orang lain senang. Hingga akhirnya, Anda pun lupa pada kepentingan sendiri. Sebagai teman yang baik, Anda memang perlu mendukung sahabat dalam keadaan suka dan duka. Tapi perlu diingat juga, Anda tak perlu sampai sedemikian rupa, apalagi jika masalahnya tak ada kaitannya sama sekali dengan Anda. 10. Prioritas Pemegang Kunci Hidup penuh beban: Anda selalu menganggap semua hal yang ada di dunia ini berlabel “pentingâ€?. Urusan pekerjaan, bos, teman, pacar, bahkan tetangga. Anda begitu ingin mengerjakan semua hal dalam waktu bersamaan. Tak heran, Anda pun jadi merasa stres sendiri! Solusi hidup seringan bulu: Jangan salah artikan kata “pentingâ€? atau “mendesakâ€?. Cosmo tak mengajarkan Anda untuk menunda pekerjaan, tapi agar Anda punya waktu untuk berpikir dulu. Dengan begitu, saat sudah siap untuk mengerjakannya, Anda tahu ke mana arah yang dituju. Selain bisa bereaksi dengan lebih efektif, Anda juga bisa melakukannya sesuai dengan keinginan Anda. Teori yang sederhana tapi layak untuk dipraktikkan, bukan?
December 21st, 2007 at 7:51 pm
hidup itu penuh perjuangan…siapa siap dan tangkas dia yang menang…good luck 4 u
June 11th, 2008 at 1:58 am
mmmh,,,
LIFE SUCX lah poko’na
hehehe
just enjoy ur life galz
LIVE 4 THE LIFE